OpenAI Luncurkan Fitur Thinking di ChatGPT Mobile

OpenAI

Fitur Thinking Time Hadir untuk ChatGPT Versi Mobile

OpenAI resmi merilis fitur baru bernama Thinking Time Toggle di aplikasi ChatGPT versi mobile. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk menyesuaikan kapasitas berpikir AI saat menjalankan perintah, terutama yang bersifat kompleks. Peluncuran ini memperkuat posisi OpenAI dalam menghadirkan pengalaman pengguna yang fleksibel dan lebih personal.

Standard dan Extended Thinking: Dua Mode untuk Kebutuhan Berbeda

Dalam versi terbaru, pengguna dapat memilih dua mode berpikir: Standard Thinking dan Extended Thinking. Mode Standard menggunakan komputasi ringan, cocok untuk permintaan sederhana. Sementara Extended memberikan ruang analisis lebih dalam untuk tugas-tugas kompleks seperti riset, coding, dan strategi bisnis.

Baca Juga : “Google Tambah Fitur Perintah Suara Gemini di Android“

Akses Fitur Masih Terbatas pada Pengguna ChatGPT Plus

Fitur Thinking Time Toggle belum tersedia secara luas. OpenAI menyatakan bahwa saat ini fitur tersebut hanya bisa diakses oleh pelanggan ChatGPT Plus. Pengguna paket ChatGPT Go dan versi gratis belum mendapat akses ke opsi pengaturan kapasitas analisis AI ini.

Penambahan Fitur Formatting Blocks di ChatGPT Desktop

Selain pembaruan di perangkat mobile, OpenAI juga menyempurnakan pengalaman pengguna desktop dengan menghadirkan formatting blocks. Fitur ini menyajikan mini editor dengan toolbar interaktif untuk mengedit teks langsung di antarmuka rich-text. Hal ini mempermudah penulisan email, dokumen, dan konten lainnya secara efisien.

GPT-5.2: Model Baru dengan Akurasi Lebih Tinggi dan Percakapan Lebih Hangat

OpenAI belum lama ini meluncurkan GPT-5.2, model AI terbaru yang diklaim lebih cepat, lebih cerdas, dan lebih hangat dalam merespons. Model ini mengalami peningkatan signifikan dalam analisis data, penulisan teknis, pengolahan visual, hingga penanganan proyek multi-tahap. GPT-5.2 juga mencatat penurunan error faktual hingga 30 persen dibanding versi sebelumnya.

“Bagi para profesional, ini berarti lebih sedikit kesalahan saat menggunakan model untuk penelitian, penulisan, analisis, dan dukungan pengambilan keputusan,” tulis OpenAI di laman resminya (21/12/2025).

ChatGPT Images Versi Baru: 4 Kali Lebih Cepat dan Lebih Presisi

OpenAI juga mengumumkan peluncuran ChatGPT Images generasi terbaru yang didukung model gpt-image-1.5. Fitur ini kini bisa digunakan oleh semua pengguna—termasuk pelanggan gratis, Go, Plus, dan Pro—tanpa pengecualian. Kecepatan pemrosesan gambar meningkat hingga 4 kali lipat, dengan akurasi tinggi dalam mengikuti instruksi.

Pengalaman Visual Terpadu untuk Kreator dan Pekerja Digital

ChatGPT Images kini menghadirkan antarmuka terpadu dengan fitur prompt preset, filter gaya visual, dan rekomendasi ide populer. Editor gambar mampu mempertahankan elemen penting seperti pencahayaan dan komposisi. Fitur ini berguna untuk desainer, pemasar, hingga kreator konten yang memerlukan konsistensi visual tinggi.

OpenAI Resmi Jadi Pemungut PPN PMSE di Indonesia

Di sisi regulasi, pemerintah Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pajak menunjuk OpenAI OpCo, LLC sebagai pemungut Pajak Pertambahan Nilai Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PPN PMSE) per 3 November 2025. Keputusan ini menegaskan posisi OpenAI sebagai pemain global yang terikat pada sistem perpajakan digital di Indonesia.

“OpenAI kini memiliki kewajiban resmi sebagai pemungut PPN PMSE di Indonesia,” jelas Rosmauli, Direktur P2Humas Direktorat Jenderal Pajak.

Penerimaan Pajak Digital Capai Rp 4,27 Triliun pada 2025

Kementerian Keuangan juga mencatat peningkatan penerimaan pajak dari sektor digital, termasuk fintech dan perdagangan digital lintas negara. Total penerimaan dari pajak fintech hingga November 2025 mencapai Rp 4,27 triliun, sementara sektor SIPP (Sistem Informasi Penghitungan Pajak) menyumbang Rp 3,94 triliun.

Rincian pajak fintech mencakup:

  • PPh 23: Rp 1,17 triliun
  • PPh 26: Rp 724,5 miliar
  • PPN DN: Rp 2,37 triliun

Penutup: OpenAI Perkuat Posisi Lewat Inovasi dan Kepatuhan Regulasi

Serangkaian pembaruan fitur yang dilakukan OpenAI—mulai dari Thinking Time, GPT-5.2, ChatGPT Images, hingga penyesuaian fiskal di Indonesia—menunjukkan arah strategis perusahaan untuk memperkuat dominasi teknologi AI global. OpenAI tak hanya berfokus pada inovasi teknis, tetapi juga kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku di berbagai negara.

Ke depan, fitur-fitur baru seperti Thinking Time Toggle berpotensi menjadi standar baru dalam interaksi AI yang lebih adaptif, responsif, dan sesuai kebutuhan pengguna di berbagai konteks profesional.

Baca Juga : “OpenAI Luncurkan GPT-5.1, AI Instan Berpikir Lebih Cepat“

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *