<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Counterpoint Archives - sepilinfo.com</title>
	<atom:link href="https://sepilinfo.com/tag/counterpoint/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://sepilinfo.com/tag/counterpoint/</link>
	<description>Panduan Digital Cerdas untuk Aktivitas Harian</description>
	<lastBuildDate>Thu, 18 Dec 2025 13:56:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://sepilinfo.com/wp-content/uploads/2026/02/cropped-favicon-scaled-1-32x32.png</url>
	<title>Counterpoint Archives - sepilinfo.com</title>
	<link>https://sepilinfo.com/tag/counterpoint/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Counterpoint 2026: Pasar Ponsel Turun, Harga Naik</title>
		<link>https://sepilinfo.com/counterpoint-2026-pasar-ponsel-turun-harga-naik/</link>
					<comments>https://sepilinfo.com/counterpoint-2026-pasar-ponsel-turun-harga-naik/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[setnis]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Dec 2025 13:56:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gadget & Review Smartphone]]></category>
		<category><![CDATA[Counterpoint]]></category>
		<category><![CDATA[Pasar Ponsel Turun]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sepilinfo.com/?p=195</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pasar Global Diprediksi Turun 2,1 Persen Tahun Depan Lembaga riset teknologi Counterpoint Research merevisi proyeksi...</p>
<p>The post <a href="https://sepilinfo.com/counterpoint-2026-pasar-ponsel-turun-harga-naik/">Counterpoint 2026: Pasar Ponsel Turun, Harga Naik</a> appeared first on <a href="https://sepilinfo.com">sepilinfo.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h3 class="wp-block-heading">Pasar Global Diprediksi Turun 2,1 Persen Tahun Depan</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Lembaga riset teknologi <strong>Counterpoint Research</strong> merevisi proyeksi pasar smartphone global untuk tahun 2026. Dalam laporan terbarunya, analis memperkirakan pasar akan menyusut sebesar 2,1 persen, berbeda dari prediksi sebelumnya yang menyebutkan bahwa pasar akan tetap stabil. Penyesuaian ini mencerminkan dinamika terkini dalam rantai pasok, terutama kenaikan harga memori yang sangat signifikan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perubahan prediksi ini bukan tanpa dasar. Dalam beberapa bulan terakhir, harga <strong>memori RAM</strong> melonjak drastis dan diperkirakan masih akan terus meningkat. Kondisi ini memengaruhi biaya produksi smartphone secara keseluruhan dan berdampak pada keputusan strategis produsen.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga : &#8220;<strong><em><a href="https://sepilinfo.com/ubah-tampilan-indikator-baterai-di-one-ui-8-5-dengan-mudah/">Ubah Tampilan Indikator Baterai di One UI 8.5 dengan Mudah</a></em></strong>&#8220;</p>



<h3 class="wp-block-heading">Kenaikan Harga RAM Jadi Faktor Utama Tekanan Biaya</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Counterpoint, harga memori RAM berpotensi naik hingga <strong>40 persen</strong> pada kuartal kedua tahun 2026. Lonjakan ini memberikan tekanan berat terhadap struktur biaya para produsen smartphone, terutama pada segmen low-end dan mid-range.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Saat ini, <strong>biaya komponen atau Bill of Materials (BoM)</strong> untuk ponsel kelas bawah telah meningkat sebesar <strong>25 persen</strong> dibandingkan awal tahun. Sementara itu, BoM untuk ponsel kelas menengah naik <strong>15 persen</strong>, dan kelas atas meningkat <strong>10 persen</strong>. Jika tren harga RAM berlanjut, diperkirakan BoM akan bertambah antara <strong>8 persen hingga 15 persen</strong> dalam beberapa bulan mendatang.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Dampak Langsung terhadap Pengiriman dan Strategi OEM</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Kenaikan biaya produksi telah memaksa banyak <strong>OEM (Original Equipment Manufacturer)</strong> untuk menyesuaikan strategi mereka. Dalam revisi proyeksinya, Counterpoint menyebut bahwa pengiriman ponsel dari beberapa merek besar seperti <strong>Oppo</strong> dan <strong>vivo</strong> akan lebih rendah dibandingkan proyeksi awal.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Xiaomi</strong> dan terutama <strong>Honor</strong> juga diperkirakan akan mengalami penurunan yang lebih tajam dalam jumlah unit yang dikirimkan sepanjang tahun 2026. Hal ini terjadi akibat penyesuaian rantai pasok, tekanan harga, dan perubahan perilaku konsumen yang mulai enggan berganti perangkat baru terlalu cepat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Analis Senior Counterpoint, <strong>Yang Wang</strong>, menyatakan bahwa kondisi ini akan menciptakan tantangan besar bagi perusahaan yang memiliki margin keuntungan tipis. “Apple dan Samsung berada pada posisi terbaik untuk melewati beberapa kuartal berikutnya. Tetapi akan sulit bagi perusahaan lain yang tidak memiliki banyak ruang gerak untuk mengelola pangsa pasar dibandingkan margin keuntungan,” ujarnya.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Apple dan Samsung Masih Diuntungkan Karena Posisi Premium</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Meski terdampak, dua pemain utama pasar smartphone global yakni <strong>Apple</strong> dan <strong>Samsung</strong>, diperkirakan mampu bertahan lebih baik. Hal ini karena model-model flagship dari kedua perusahaan tersebut tidak terlalu bergantung pada harga RAM dalam struktur biaya keseluruhannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan demikian, strategi premium tampaknya menjadi <strong>benteng pertahanan utama</strong> menghadapi tekanan biaya. Konsumen yang membeli ponsel premium cenderung tidak terlalu sensitif terhadap kenaikan harga dibandingkan pengguna entry-level, sehingga ASP (Average Selling Price) tetap bisa dijaga bahkan ditingkatkan.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Restrukturisasi Produk: Spesifikasi Dipangkas Diam-diam</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Produsen ponsel pintar mulai melakukan langkah adaptif dengan <strong>merestrukturisasi lini produk mereka</strong>. Salah satu pendekatannya adalah dengan menurunkan spesifikasi pada beberapa model, khususnya di segmen menengah dan bawah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Analis Senior <strong>Shenghao Bai</strong> menjelaskan bahwa tren ini terlihat pada pengurangan kualitas modul kamera, layar, audio, dan konfigurasi memori. “Pada beberapa model, kita melihat penurunan kualitas komponen seperti modul kamera dan solusi periskop, layar, komponen audio, dan tentu saja, konfigurasi memori,” katanya seperti dilansir dari GSMArena.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Langkah ini memungkinkan produsen menjaga harga jual agar tetap kompetitif tanpa harus mengorbankan margin secara ekstrem. Namun, di sisi lain, konsumen perlu waspada terhadap penurunan pengalaman pengguna akibat pemangkasan fitur ini.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Rata-Rata Harga Jual HP Diperkirakan Naik 6,9 Persen</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Imbas langsung dari kenaikan biaya komponen dan strategi penyesuaian produk adalah kenaikan harga jual rata-rata (<strong>ASP</strong>) smartphone global. Dalam laporan sebelumnya, Counterpoint memperkirakan ASP hanya akan naik <strong>3,9 persen</strong> pada 2026. Namun, revisi terbaru menunjukkan bahwa kenaikan bisa mencapai <strong>6,9 persen</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal ini berarti konsumen global akan menghadapi <strong>kenaikan harga HP yang lebih tinggi dari dugaan</strong>, tanpa peningkatan signifikan pada fitur atau performa. Terutama pada model mid-range dan entry-level, pengguna mungkin mendapatkan spesifikasi lebih rendah dengan harga lebih tinggi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi produsen, strategi mendorong konsumen ke model premium menjadi salah satu solusi. Pasalnya, margin keuntungan dari segmen premium lebih tahan terhadap fluktuasi harga komponen karena struktur biaya yang berbeda.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Tantangan OEM China Makin Berat di Tengah Kompetisi Ketat</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Kondisi ini juga menempatkan <strong>OEM China</strong> pada posisi yang semakin sulit. Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan seperti Xiaomi, vivo, dan Oppo mengandalkan volume tinggi dan harga kompetitif untuk bersaing di pasar global. Namun, dengan tekanan biaya BoM dan margin yang semakin tipis, strategi ini menjadi tidak lagi efektif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">OEM yang tidak memiliki diversifikasi produk atau portofolio flagship yang kuat kemungkinan besar akan mengalami penurunan signifikan dalam pengiriman dan pendapatan. Hal ini akan berdampak terhadap pangsa pasar mereka di luar negeri, termasuk di pasar berkembang seperti Asia Tenggara, India, dan Amerika Latin.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Penyesuaian Rantai Pasok dan Ketergantungan pada DRAM</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Laporan Counterpoint juga menyoroti pentingnya rantai pasok yang tangguh dan strategi pengadaan komponen yang fleksibel. Saat ini, kenaikan harga <strong>DRAM (Dynamic Random Access Memory)</strong> menjadi pendorong utama kenaikan biaya. Produsen yang tidak memiliki kontrak jangka panjang atau hubungan kuat dengan penyedia DRAM akan mengalami beban lebih besar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, fluktuasi geopolitik dan ketegangan perdagangan antara negara-negara pemasok komponen seperti Korea Selatan, Tiongkok, dan Jepang juga menambah ketidakpastian dalam pasokan.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Prediksi Jangka Menengah: Peralihan ke Strategi Premium dan Inovasi Terukur</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Jika tren ini berlanjut hingga 2027, pasar smartphone akan didominasi oleh pemain dengan <strong>strategi produk premium</strong>, efisiensi rantai pasok, dan inovasi terukur. Alih-alih menonjolkan fitur mewah di semua segmen, perusahaan mungkin akan mengarahkan sumber daya mereka untuk mempertahankan daya saing pada lini yang benar-benar menguntungkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagian analis juga memprediksi bahwa inovasi berbasis AI, kamera, dan desain lipat akan tetap menjadi pembeda utama, tetapi tidak akan berkembang secepat sebelumnya karena adanya batasan biaya dan prioritas efisiensi.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Kesimpulan: Konsumen Harus Lebih Selektif, Produsen Wajib Adaptif</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Laporan <strong>Counterpoint 2026</strong> menjadi peringatan dini bagi pasar smartphone global. Dengan menyusutnya permintaan dan naiknya biaya produksi, produsen perlu menyusun ulang strategi mereka. Konsumen pun harus makin selektif dalam memilih perangkat, karena harga makin tinggi belum tentu menjanjikan fitur lebih baik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tahun 2026 akan menjadi tahun penuh tantangan dan konsolidasi bagi industri smartphone. Hanya perusahaan yang mampu beradaptasi secara cepat dan efisien yang akan bertahan dan tumbuh di tengah tekanan ekonomi global.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga : &#8220;<em><a href="https://tekno.kompas.com/read/2025/12/17/11020007/counterpoint--pasar-ponsel-global-turun-tahun-depan-ini-alasannya"><strong>Counterpoint: Pasar Ponsel Global Turun Tahun Depan, Ini Alasannya</strong></a></em>&#8220;</p>
<p>The post <a href="https://sepilinfo.com/counterpoint-2026-pasar-ponsel-turun-harga-naik/">Counterpoint 2026: Pasar Ponsel Turun, Harga Naik</a> appeared first on <a href="https://sepilinfo.com">sepilinfo.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://sepilinfo.com/counterpoint-2026-pasar-ponsel-turun-harga-naik/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
