<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Meta Archives - sepilinfo.com</title>
	<atom:link href="https://sepilinfo.com/tag/meta/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://sepilinfo.com/tag/meta/</link>
	<description>Panduan Digital Cerdas untuk Aktivitas Harian</description>
	<lastBuildDate>Mon, 13 Jul 2026 21:29:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://sepilinfo.com/wp-content/uploads/2026/02/cropped-favicon-scaled-1-32x32.png</url>
	<title>Meta Archives - sepilinfo.com</title>
	<link>https://sepilinfo.com/tag/meta/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Meta Hapus Fitur Gambar AI di Instagram, Ini Alasannya</title>
		<link>https://sepilinfo.com/meta-hapus-fitur-gambar-ai-di-instagram-ini-alasannya/</link>
					<comments>https://sepilinfo.com/meta-hapus-fitur-gambar-ai-di-instagram-ini-alasannya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[setnis]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Jul 2026 21:29:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kecerdasan Buatan (AI) & Otomasi]]></category>
		<category><![CDATA[Fitur Instagram]]></category>
		<category><![CDATA[Gambar AI Instagram]]></category>
		<category><![CDATA[Instagram]]></category>
		<category><![CDATA[Meta]]></category>
		<category><![CDATA[Meta AI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sepilinfo.com/?p=560</guid>

					<description><![CDATA[<p>Meta Menghapus Fitur Referensi Gambar AI di Instagram Setelah Dikritik Pengguna Meta menghentikan fitur pembuatan...</p>
<p>The post <a href="https://sepilinfo.com/meta-hapus-fitur-gambar-ai-di-instagram-ini-alasannya/">Meta Hapus Fitur Gambar AI di Instagram, Ini Alasannya</a> appeared first on <a href="https://sepilinfo.com">sepilinfo.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h2 class="wp-block-heading">Meta Menghapus Fitur Referensi Gambar AI di Instagram Setelah Dikritik Pengguna</h2>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://sepilinfo.com/meta-hapus-fitur-gambar-ai-di-instagram-ini-alasannya"><strong>Meta</strong></a> menghentikan fitur pembuatan gambar berbasis kecerdasan buatan yang memungkinkan pengguna menjadikan unggahan Instagram publik sebagai bahan referensi. Perusahaan mengambil keputusan tersebut setelah menerima kritik terkait mekanisme izin dan perlindungan konten milik pengguna.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Fitur itu sebelumnya tersedia melalui layanan Meta AI. Pengguna dapat membuat gambar baru dengan menyebut atau menandai akun Instagram tertentu yang memiliki unggahan publik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Keberadaan fitur tersebut memicu keberatan karena pemilik akun harus menonaktifkan izin secara manual agar kontennya tidak dapat digunakan sebagai referensi <a href="https://sepilinfo.com/meta-hapus-fitur-gambar-ai-di-instagram-ini-alasannya"><strong>gambar AI</strong></a>. Pengaturan bawaan itu dinilai kurang memberikan kendali yang jelas kepada pengguna sejak awal.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Unggahan Publik Bisa Dijadikan Referensi Meta AI</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Laporan 9to5Mac pada Senin, 13 Juli 2026, menyebutkan bahwa sistem Meta AI memungkinkan pengguna memulai proses pembuatan gambar dari <a href="https://sepilinfo.com/meta-hapus-fitur-gambar-ai-di-instagram-ini-alasannya"><strong>konten Instagram</strong></a> yang tersedia untuk publik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu metode yang disediakan adalah dengan mencantumkan nama pengguna Instagram melalui simbol “@”. Sistem kemudian dapat memanfaatkan konten publik dari akun tersebut sebagai acuan visual dalam menghasilkan gambar baru.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meskipun konten yang digunakan bersifat publik, sejumlah pengguna tetap mempertanyakan batas pemanfaatannya. Kritik terutama muncul karena pemilik konten tidak secara otomatis diminta memberikan persetujuan sebelum unggahannya dapat digunakan sebagai referensi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran mengenai kontrol kreator atas foto, ilustrasi, desain, atau karya visual yang mereka unggah ke Instagram.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Pengguna Harus Menonaktifkan Izin Secara Manual</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Kontroversi semakin besar setelah diketahui bahwa pengguna harus mengubah pengaturan secara mandiri apabila tidak ingin konten publik mereka digunakan oleh fitur tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Model persetujuan seperti ini dikenal sebagai mekanisme keluar atau opt-out. Artinya, fitur dapat berlaku secara otomatis sampai pengguna memilih untuk menolaknya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagian pengguna menilai sistem opt-out kurang ideal untuk penggunaan konten dalam teknologi AI generatif. Mereka menginginkan sistem opt-in yang mengharuskan pengguna memberikan izin terlebih dahulu sebelum kontennya dapat dijadikan referensi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam pengembangan layanan digital, transparansi mengenai izin penggunaan data menjadi bagian penting untuk membangun kepercayaan. Pengguna perlu mengetahui jenis konten yang diproses, tujuan penggunaannya, serta cara mencabut izin tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga : &#8220;<a href="https://sepilinfo.com/google-search-mulai-tampilkan-iklan-berbasis-ai/"><em><strong>Google Search Mulai Tampilkan Iklan Berbasis AI</strong></em></a>&#8220;</p>



<h3 class="wp-block-heading">Meta Mengakui Fitur Tidak Sesuai Harapan</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Jurnalis teknologi Puck, Dylan Byers, membagikan pernyataan Meta mengenai penghentian fitur tersebut melalui sebuah unggahan di platform X.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meta menjelaskan bahwa fitur itu dibuat untuk menyediakan alat kreatif sekaligus memberikan pilihan kepada pemilik konten publik. Perusahaan ingin pengguna tetap memiliki kendali atas izin penggunaan unggahan mereka sebagai referensi dalam generator gambar AI.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, Meta mengakui bahwa penerapan fitur tersebut tidak berjalan sesuai harapan pengguna. Setelah mempertimbangkan berbagai masukan, perusahaan akhirnya menghapus fitur itu dari layanan Meta AI.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penghentian tersebut menunjukkan bahwa penerimaan pengguna menjadi faktor penting dalam pengembangan teknologi kecerdasan buatan. Sebuah fitur tidak hanya dinilai dari kemampuan teknisnya, tetapi juga dari cara perusahaan mengelola persetujuan, privasi, dan hak atas konten.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Kontrol Pengguna Menjadi Tantangan AI Generatif</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Kasus ini memperlihatkan tantangan yang dihadapi perusahaan teknologi ketika mengembangkan alat AI generatif berbasis konten pengguna.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Foto atau video yang dipublikasikan di media sosial memang dapat dilihat oleh masyarakat. Namun, status publik tidak selalu berarti pemilik konten menyetujui penggunaannya untuk menghasilkan karya baru melalui sistem AI.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perusahaan teknologi perlu menjelaskan perbedaan antara menampilkan konten di platform dan memanfaatkannya sebagai masukan untuk teknologi generatif. Penjelasan yang kurang rinci berpotensi menimbulkan kesalahpahaman serta merusak kepercayaan pengguna.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pengaturan izin yang mudah ditemukan juga menjadi hal penting. Pengguna seharusnya dapat memahami dan mengubah preferensi mereka tanpa harus melewati menu yang rumit.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Meta Memperluas Penggunaan AI untuk Industri Periklanan</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Di tengah penghentian fitur referensi gambar Instagram, Meta tetap melanjutkan pengembangan kecerdasan buatan untuk sektor periklanan digital.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam ajang Cannes Lions 2026, perusahaan memperkenalkan sejumlah solusi AI yang dirancang untuk membantu pengiklan membuat materi promosi, bekerja sama dengan kreator, serta meningkatkan efektivitas kampanye.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pengembangan tersebut menunjukkan bahwa strategi AI Meta tidak hanya berfokus pada layanan konsumen. Perusahaan juga menjadikan AI sebagai bagian penting dalam pengelolaan iklan dan pertumbuhan pendapatan bisnis.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Meta Klaim Iklan Memberikan Pengembalian Lebih Tinggi</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Berdasarkan analisis terhadap lebih dari satu juta kampanye iklan, Meta menyatakan bahwa setiap pengeluaran sebesar 1 dolar AS di platformnya menghasilkan rata-rata pendapatan sekitar 4,13 dolar AS bagi pengiklan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan asumsi nilai tukar Rp17.861 per dolar AS, angka itu setara dengan sekitar Rp73.765. Meta juga menyebut tingkat efisiensi tersebut meningkat sekitar 25 persen dibandingkan performa pada 2022.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Data tersebut digunakan perusahaan untuk memperkuat posisi AI sebagai alat pendukung pengambilan keputusan dalam industri pemasaran.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski demikian, hasil setiap kampanye tetap dapat berbeda. Performa iklan dipengaruhi oleh kualitas produk, target audiens, materi kreatif, anggaran, strategi penempatan, dan kondisi pasar.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Solusi AI Mempelajari Identitas Merek</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Meta juga memperkenalkan sistem kreatif yang dapat mempelajari identitas dan karakter sebuah merek. Teknologi tersebut dirancang untuk membantu pengiklan mempertahankan konsistensi visual dan gaya komunikasi dalam berbagai materi kampanye.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui ruang strategi kreatif, tim pemasaran dapat memanfaatkan data performa untuk menyesuaikan materi iklan secara lebih cepat. Informasi dari kampanye sebelumnya dapat digunakan sebagai dasar dalam menentukan desain, pesan, dan format iklan berikutnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pendekatan berbasis data memungkinkan perusahaan mengurangi ketergantungan terhadap asumsi. Tim kreatif dapat melihat materi mana yang mendapat respons terbaik sebelum menentukan langkah selanjutnya.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Meta Bekerja Sama dengan WPP</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Meta menggandeng perusahaan periklanan WPP untuk mengintegrasikan teknologi tersebut ke dalam platform WPP Open.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kolaborasi itu memungkinkan agensi dan pengiklan mengakses solusi AI Meta melalui sistem kerja yang telah digunakan untuk mengelola kampanye dan strategi pemasaran.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Integrasi dengan perusahaan periklanan besar juga memperlihatkan upaya Meta memperluas penggunaan teknologi AI di lingkungan bisnis. Perusahaan ingin alat tersebut dapat langsung digunakan dalam proses produksi dan distribusi materi iklan.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Ads Manager Mendukung Pembuatan Teks dan Terjemahan</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Meta turut memperbarui Ads Manager dengan fitur pembuat teks otomatis untuk gambar iklan. Fitur ini dapat membantu pengiklan menambahkan pesan promosi ke dalam materi visual secara lebih cepat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perusahaan juga memperluas kemampuan alat penerjemahan multimedia. Bahasa Indonesia kini termasuk dalam bahasa yang didukung oleh sistem tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dukungan ini berpotensi membantu merek menyesuaikan kampanye untuk pasar lokal. Namun, hasil terjemahan otomatis tetap memerlukan pemeriksaan manusia agar pilihan kata, konteks budaya, dan pesan pemasaran tetap akurat.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Meta Perlu Menyeimbangkan Inovasi dan Perlindungan Pengguna</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Penghapusan fitur referensi gambar AI di Instagram menjadi pengingat bahwa inovasi teknologi harus berjalan bersama perlindungan hak pengguna.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meta masih memiliki peluang besar untuk mengembangkan layanan AI dalam media sosial dan periklanan. Namun, perusahaan perlu menyediakan mekanisme persetujuan yang lebih transparan sebelum menggunakan konten milik pengguna sebagai bahan referensi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ke depan, keberhasilan teknologi AI tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan sistem. Kejelasan kebijakan, keamanan data, kendali atas konten, dan kepercayaan pengguna juga akan menentukan tingkat penerimaan layanan tersebut.</p>
<p>The post <a href="https://sepilinfo.com/meta-hapus-fitur-gambar-ai-di-instagram-ini-alasannya/">Meta Hapus Fitur Gambar AI di Instagram, Ini Alasannya</a> appeared first on <a href="https://sepilinfo.com">sepilinfo.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://sepilinfo.com/meta-hapus-fitur-gambar-ai-di-instagram-ini-alasannya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Meta Akuisisi Startup AI China Rp 33 Triliun</title>
		<link>https://sepilinfo.com/meta-akuisisi-startup-ai-china-rp-33-triliun/</link>
					<comments>https://sepilinfo.com/meta-akuisisi-startup-ai-china-rp-33-triliun/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[setnis]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 Jan 2026 19:03:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gadget & Review Smartphone]]></category>
		<category><![CDATA[Meta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sepilinfo.com/?p=395</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langkah Strategis Meta untuk Perkuat Dominasi AI Global Meta resmi mengumumkan akuisisi Manus, startup AI...</p>
<p>The post <a href="https://sepilinfo.com/meta-akuisisi-startup-ai-china-rp-33-triliun/">Meta Akuisisi Startup AI China Rp 33 Triliun</a> appeared first on <a href="https://sepilinfo.com">sepilinfo.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h3 class="wp-block-heading">Langkah Strategis Meta untuk Perkuat Dominasi AI Global</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Meta resmi mengumumkan akuisisi Manus, startup AI asal China, senilai lebih dari USD 2 miliar atau sekitar Rp33,3 triliun. Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa perusahaan yang dipimpin Mark Zuckerberg tengah mempercepat pergeseran strategi bisnisnya dari metaverse ke kecerdasan buatan (AI). Akuisisi ini juga memperkuat posisi Meta dalam kompetisi global AI melawan pemain besar seperti OpenAI, Anthropic, dan Google DeepMind.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Manus: Startup AI China yang Viral karena Agen AI Fungsional</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Manus dikenal luas setelah merilis agen AI pertama yang dinilai benar-benar fungsional dan siap digunakan secara massal. Produk inovatif tersebut viral di awal 2025 karena kemampuannya menjalankan berbagai tugas digital, mulai dari asisten pribadi hingga pengelola alur kerja bisnis. Basis pengguna mereka berkembang pesat, terutama di Asia dan Eropa. Potensi teknologi Manus ini menjadi salah satu alasan Meta memutuskan mengakuisisi perusahaan tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga : &#8220;<strong><a href="https://sepilinfo.com/chatbot-grok-elon-musk-dikecam-usai-muncul-konten-asusila/"><em>Chatbot Grok Elon Musk Dikecam Usai Muncul Konten Asusila</em></a></strong>&#8220;</p>



<h3 class="wp-block-heading">Akuisisi Dikonfirmasi Media Ternama dan Diperkuat Laporan Resmi</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Kabar akuisisi ini pertama kali dilaporkan oleh <em>The Wall Street Journal</em> dan kemudian dikonfirmasi oleh pernyataan resmi Meta pada Senin, 2 Januari 2026. Dalam pengumuman tersebut, Meta menyatakan bahwa akuisisi ini akan mendukung pengembangan sistem AI praktis yang bermanfaat bagi miliaran pengguna aplikasi mereka seperti Facebook, Instagram, dan WhatsApp.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Meta Fokus Kembangkan Agen AI di Semua Platform</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan teknologi dari Manus, Meta berencana menghadirkan agen AI miliknya ke seluruh lini aplikasi yang dimiliki. Dari Instagram hingga Messenger, pengguna nantinya dapat mengakses layanan asisten digital cerdas yang memahami konteks, merespons kebutuhan pengguna, serta mampu menjalankan berbagai perintah secara mandiri. Ini merupakan bagian dari ambisi Meta dalam menciptakan pengalaman pengguna berbasis AI yang lebih personal dan efisien.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Startup Tetap Beroperasi Mandiri, Meta Raup Manfaat Tambahan</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Meski telah diakuisisi, Meta memastikan bahwa Manus tetap akan beroperasi secara independen. Startup yang kini berbasis di Singapura ini akan terus menjual layanan AI mereka ke publik. Skema ini memungkinkan Meta memperoleh manfaat ganda: integrasi teknologi untuk platform internal dan pendapatan tambahan dari pertumbuhan bisnis Manus secara eksternal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut pengamat industri dari <em>ZDNet</em>, pendekatan ini mencerminkan strategi cerdas Meta dalam mengakuisisi bukan hanya teknologi, tetapi juga potensi pasar dan model bisnis yang sudah mapan. “Ini bukan hanya soal produk, tapi soal memperluas jangkauan,” tulis <em>ZDNet</em>, Sabtu (3/1/2026).</p>



<h3 class="wp-block-heading">Perubahan Arah Meta: Dari Metaverse ke AI Generatif</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Meta mulai mengubah arah bisnisnya sejak popularitas metaverse menurun. Meskipun sempat mengganti nama dari Facebook menjadi Meta pada 2021 sebagai simbol transisi ke dunia virtual, kenyataannya, platform metaverse seperti Horizon Worlds gagal menarik minat pengguna. Penjualan perangkat realitas virtual pun terus menurun sejak akhir 2023.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Situasi ini membuat Meta beralih fokus ke pengembangan AI, terutama setelah keberhasilan global ChatGPT milik OpenAI. Tahun 2023 dijadikan sebagai “Tahun Efisiensi” oleh Meta, dengan penekanan pada investasi dalam kecerdasan buatan dan pemangkasan lini bisnis yang tidak efisien.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Llama dan Asisten AI: Bukti Seriusnya Meta di Dunia AI</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Meta kemudian mengembangkan Llama, model bahasa besar sumber terbuka (open-source large language model) yang kini digunakan secara luas oleh pengembang di berbagai negara. Di samping itu, Meta juga mulai menyematkan asisten AI di platform mereka yang bisa membantu pengguna menulis caption, menjawab pesan, hingga menyarankan konten.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun hingga akhir 2025, banyak pihak menilai bahwa teknologi AI Meta belum setara dengan pemain utama seperti Google DeepMind atau Anthropic. Dengan mengakuisisi Manus, Meta berharap bisa mempercepat pengembangan agen AI cerdas dan lebih aplikatif.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Analisis Pasar: Meta Kejar Ketinggalan, Waspadai Risiko</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut analis teknologi dari <em>Bloomberg</em>, akuisisi Manus menjadi penanda bahwa Meta tidak ingin hanya jadi pengikut dalam industri AI. Mereka siap menginvestasikan dana besar demi mengejar inovasi dan mempertahankan posisi di antara raksasa teknologi lainnya. Namun, akuisisi ini juga memiliki risiko, terutama dalam hal integrasi teknologi dan keberlanjutan bisnis startup setelah berada di bawah naungan korporasi besar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu kekhawatiran umum adalah bagaimana Meta akan memastikan bahwa inovasi Manus tidak terhambat oleh birokrasi internal atau tekanan untuk komersialisasi yang cepat.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Potensi AI dan Ancaman Keamanan Global</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam konteks yang lebih luas, pengembangan AI tidak hanya berdampak pada bisnis, tetapi juga pada keamanan global. Menurut laporan <em>Foreign Affairs</em> yang dikutip oleh Antara News, Senin (29/12/2025), teknologi deepfake yang didukung AI berpotensi memicu konflik antarnegara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kepala Ekonom UNDP Asia-Pasifik, Philip Schellekens, menyatakan bahwa penyebaran informasi palsu berbasis deepfake bisa menyebabkan salah persepsi fatal, terutama di negara-negara dengan senjata nuklir. “Teknologi seperti ini harus diatur dengan sangat ketat agar tidak membahayakan umat manusia,” tegasnya.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Penutup: Akankah Meta Jadi Pemain Utama AI Dunia?</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Akuisisi Manus menjadi bukti keseriusan Meta dalam mengejar ketertinggalan di dunia AI. Dengan strategi akuisisi yang terarah, pengembangan produk yang konsisten, dan basis pengguna yang besar, Meta memiliki semua sumber daya untuk menjadi pemain utama di sektor ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, tantangan tetap ada: dari persaingan teknologi, pengawasan regulasi, hingga kebutuhan menjaga etika penggunaan AI. Masa depan akan membuktikan apakah langkah Meta hari ini cukup untuk menjadikannya pemimpin dalam era kecerdasan buatan mendatang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga : &#8220;<a href="https://swa.co.id/read/467888/meta-akuisisi-startup-ai-asal-china-manus-senilai-us3-miliar"><em><strong>Meta Akuisisi Startup AI Asal China, Manus, Senilai US$3 Miliar</strong></em></a>&#8220;</p>
<p>The post <a href="https://sepilinfo.com/meta-akuisisi-startup-ai-china-rp-33-triliun/">Meta Akuisisi Startup AI China Rp 33 Triliun</a> appeared first on <a href="https://sepilinfo.com">sepilinfo.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://sepilinfo.com/meta-akuisisi-startup-ai-china-rp-33-triliun/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
