Rumor Peluncuran iPhone Fold Kembali Mencuat Lewat Leaker Ternama
Apple kembali jadi sorotan setelah bocoran tentang iPhone Fold kembali beredar luas di internet. Informasi terbaru datang dari akun Digital Chat Station (DCS) yang dikenal sering membocorkan perangkat teknologi di platform Weibo. Dalam unggahannya, ia menyebut Apple bakal menyematkan sensor sidik jari di sisi bodi iPhone Fold, bukan Face ID seperti iPhone biasa.
Langkah ini menunjukkan pendekatan baru Apple terhadap perangkat lipat. Dalam pasar yang semakin kompetitif, keputusan untuk tidak menyertakan Face ID atau sensor bawah layar menjadi sorotan tersendiri, terutama karena fitur keamanan tersebut selama ini menjadi andalan lini iPhone.
Baca Juga : “Pelajar SMA Indonesia Juara Dunia dengan Drone Rajawali“
Perkiraan Spesifikasi: Layar Luas dan Kamera 48MP
Menurut bocoran DCS yang dikutip dari GSM Arena, iPhone Fold akan hadir dengan layar utama 7,58 inci yang dilengkapi kamera selfie di bawah panel layar. Sementara di bagian luar, akan ada layar sekunder berukuran 5,25 inci dengan desain punch hole sebagai rumah kamera depan.
Tidak hanya itu, rumor lain menyebut iPhone Fold bakal dilengkapi sistem kamera ganda. Salah satu sensor kamera belakang disebut memiliki resolusi 48MP, kualitas yang sudah terbukti mumpuni pada lini iPhone sebelumnya seperti iPhone 15 Pro.
Jika informasi ini terbukti akurat, Apple akan membawa pengalaman fotografi yang andal ke dalam bentuk ponsel lipat yang lebih fleksibel, menjadikannya pilihan menarik untuk pengguna premium.
Sensor Samping: Keputusan Strategis Apple untuk Ponsel Lipat
Keputusan Apple untuk menempatkan sensor sidik jari di samping perangkat sangat mungkin didasarkan pada kendala teknis dan efisiensi ruang. Teknologi Face ID membutuhkan komponen tambahan yang memakan tempat, sementara ponsel lipat harus tetap tipis dan ringan saat dilipat.
Langkah ini juga mengikuti tren yang sudah dijalankan kompetitor seperti Samsung Galaxy Z Fold atau Huawei Mate X yang menggunakan sensor samping karena lebih stabil dan mudah diakses saat perangkat dalam kondisi setengah lipat.
Dengan kata lain, Apple kemungkinan memilih jalur aman untuk memberikan pengalaman pengguna yang konsisten tanpa mengorbankan desain dan daya tahan.
Desain Engsel Inovatif dengan Material Logam Cair
Salah satu tantangan utama dalam mengembangkan ponsel lipat adalah bagian engsel. Apple dikabarkan telah bekerja sama dengan perusahaan seperti NewRixing dan Amphenol untuk mengembangkan engsel berkekuatan tinggi berbahan logam cair.
Bahan ini dipercaya dapat mengurangi potensi kerusakan atau bekas lipatan yang sering dikeluhkan pada ponsel lipat generasi awal dari merek lain. Laporan dari UDN menyebutkan bahwa Apple sudah menyelesaikan tantangan teknis utama tersebut, membuka jalan bagi peluncuran yang lebih matang dan minim risiko cacat produksi.
Selain itu, struktur layar dalam dikembangkan oleh Samsung Display, sementara Apple sendiri mengatur proses laminasi dan penanganan material untuk memastikan kualitas khas produk Apple tetap terjaga.
Harga iPhone Fold: Lebih Mahal dari iPhone 17 Pro Max
Analis dari Fubon Research, Arthur Liao, memperkirakan harga iPhone Fold akan berada di kisaran USD 2.399 atau sekitar Rp 39,3 juta. Harga ini jauh lebih tinggi dibandingkan iPhone 17 Pro Max versi 2TB yang dijual sekitar USD 1.999.
Penyebab utama mahalnya harga adalah biaya material seperti RAM, engsel khusus, dan logam cair yang digunakan dalam bodi perangkat. Data terbaru juga menunjukkan bahwa harga RAM naik hingga 75 persen dalam setahun terakhir, menambah beban biaya produksi.
Namun, menurut Liao, jika harga bisa ditekan, iPhone Fold tetap memiliki potensi penjualan tinggi dan diperkirakan bisa menembus angka 5 juta unit dalam tahun pertama peluncuran.
Apple Produksi Uji Coba: Langkah Menuju Peluncuran
Masih menurut laporan UDN, Apple saat ini telah memulai proses produksi terbatas untuk iPhone Fold. Beberapa lusin unit dilaporkan sedang diproduksi oleh Hon Hai Technology Group dalam rangka uji coba.
Langkah ini penting untuk memastikan semua komponen bekerja sesuai harapan sebelum masuk ke tahap produksi massal. Proses ini juga menjadi indikator kuat bahwa Apple memang sudah siap memperkenalkan ponsel lipat pertama mereka dalam waktu dekat.
Produksi massal direncanakan berlangsung mulai kuartal ketiga 2026, yang juga berdekatan dengan jadwal peluncuran iPhone 18.
Potensi Penundaan: iPhone Fold Baru Rilis 2027?
Meski produksi awal sudah dimulai, beberapa analis memperkirakan Apple baru benar-benar merilis iPhone Fold secara resmi pada tahun 2027. Hal ini disebabkan oleh pengembangan teknis yang belum selesai, terutama dalam penyempurnaan engsel.
Ming-Chi Kuo, analis kenamaan yang sering mengungkap informasi akurat soal Apple, mengatakan bahwa harga komponen engsel kini jauh lebih murah dari estimasi pasar. Harga diperkirakan hanya USD 70–80, turun dari estimasi awal sebesar USD 100–120.
Menurutnya, sebanyak 65 persen engsel akan dibuat oleh joint venture antara Foxconn dan Shin Zu Shing, sedangkan sisanya oleh Amphenol. Ke depan, Luxshare-ICT juga akan terlibat dalam proses produksi.
Harga Produksi Turun, Peluang iPhone Fold Semakin Realistis
Cuitan terbaru dari Kuo di X (sebelumnya Twitter) mengonfirmasi bahwa Apple telah berhasil menurunkan harga engsel berkat efisiensi produksi. Penurunan harga ini memungkinkan perusahaan untuk mulai produksi massal tanpa harus menaikkan harga jual terlalu tinggi.
Hal ini menjadi kabar baik karena Apple sebelumnya dikenal sebagai perusahaan yang berhati-hati dalam mengadopsi tren baru. Mereka baru akan masuk ke pasar saat produk benar-benar siap secara teknis dan ekonomis.
Penurunan biaya hingga 30 persen dibandingkan ekspektasi membuat iPhone Fold berpeluang besar menjadi salah satu produk unggulan Apple dalam beberapa tahun mendatang.
Strategi Apple: Prioritaskan Kualitas Sebelum Kecepatan
Berbeda dengan pesaingnya seperti Samsung yang lebih agresif, Apple cenderung fokus pada kesempurnaan produk sebelum dirilis. Hal ini terlihat dari pengujian internal yang panjang serta pengembangan material engsel dan layar yang sangat kompleks.
Apple tampaknya tidak ingin hanya ikut-ikutan tren ponsel lipat, tapi ingin menjadi pemimpin dengan produk yang benar-benar fungsional, tahan lama, dan tetap memiliki nilai eksklusif.
Ini juga sejalan dengan filosofi Apple yang selalu mengedepankan pengalaman pengguna sebagai prioritas utama, bukan sekadar kecepatan meluncurkan produk ke pasar.
Penutup: iPhone Fold Siap Ubah Lanskap Ponsel Lipat
Meski masih berstatus rumor, iPhone Fold tampaknya sudah berada di jalur produksi yang jelas. Dengan sensor sidik jari di samping, layar besar, material premium, dan desain engsel yang diperkuat, Apple tampak serius dalam memasuki pasar ponsel lipat.
Jika peluncuran dilakukan pada 2026 atau 2027, iPhone Fold bisa menjadi penentu arah industri dan sekaligus mengangkat standar teknologi lipat ke level yang lebih tinggi.
Baca Juga : “iPhone Fold Akan Gunakan Touch ID dan iOS 27: Bocoran Spesifikasi Lengkap“
